Inisiatif Komunikasi

Agustus 16, 2007

Mata untuk Mata

Diarsipkan di bawah: Donasi, Kampanye, Penghargaan — by Kampanye @ 1:44 pm

Kampanye Donasi Mata

Pranala ke Youtube

Mahatma Gandhi pernah berujar, “Mata untuk sebuah mata, pada akhirnya akan membuat seluruh dunia buta (An eye for an eye, and soon the whole world is blind“). Bisa jadi Gandhi benar. Namun, saya sedang tidak bercerita soal balas dendam. Sebab, sebuah mata juga membuat dunia terbebas dari buta, serta menjadikannya tampak berwarna.

Setidaknya, pesan itu yang saya tangkap tayangan film kampanye ini. Sebuah kampanye yang dibuat oleh Eye Bank Association of India, lembaga yang bekerja terus menerus bagi pendidikan publik tentang pencegahan kebutaan karena gangguan kornea. Asosiasi ini juga berusaha mendukung penyembuhan melalui donasi kornea mata. Tujuan utamanya untuk menciptakan kesadaran mendonasi mata, dan bertindak sebagai sumber utama bagi seluruh upaya serupa di India.

Usaha mulia ini berbuah hasil yang mengesankan. Pemenang Bronze dalam Cannes Lions 2007 pada kategori Film ini bercerita soal Holi, sebuah perayaan warna di India. Di dalamnya beberapa anak bermain dengan berbagai warna, pada sekolah khusus bagi anak-anak tunanetra. Di bagian akhir film ini ditutup dengan ajakan untuk mendonor sebuah kornea mata. Kutipan akhirnya menyatakan:

“..67 people (including the creators of this film) have agreed to donate their eyes after seeing this film. The number of donors kept on increasing with every passing week. By the end of the 4th week 1325 people had pledged to donate their eyes…”

(67 orang, termasuk pembuat film ini, setuju untuk mendonorkan mata mereka setelah menonton film ini. Jumlahnya meningkat setiap minggu. Di akhir minggu keempat, 1325 orang telah berikrar untuk mendonorkan mata mereka.)

Ada percakapan lain yang diungkap dalam film ini. Dan dialog ini membuat saya terharu.

Anak: “Paman Warden ada berapa banyak warna disana?
Paman Warden: “Merah, Biru, Kuning. Hijau…
Anak: “Seperti apakah warna hijau itu?”

Siapakah yang hatinya tak berdegup membaca kata-kata diatas? Saya, mengambil karcis nomor satu. Inilah yang saya sebut sebagai kampanye yang “menyentuh hati, menimbulkan kesan“. Inilah yang memang selayaknya sebuah kampanye itu direncanakan, dibangun, dan dikembangkan. Manusia butuh disentuh hatinya untuk peduli. Sebab melalui hati-lah, pikiran dan tindakan dapat dikendalikan. Melalui hati pula, kepedulian dapat dikelola menjadi keterlibatan pada upaya kemanusiaan.

Kekuatan lain yang mendukung dalam kampanye ini adalah penggunaan kearifan lokal yang tepat. Perayaan Holi, adalah elemen yang kuat sekali yang sangat mendukung pesan yang diusung. Tidak hanya memberikan kesan mendalam untuk menggambarkan hubungan antara warna, mata dan buta, tapi perayaan Holi adalah juga penanda yang tepat untuk sebuah kelestarian budaya dan tradisi setempat.

Tak salah jika saya memasukkan film ini sebagai film kampanye favorit. Sebab, di sana dimasukkan elemen utama yang cerdas: sentuhan hati. Ditambah dengan dialog yang kuat dan penggunaan kearifan lokal seperti perayaan Holi yang tepat, layaklah film ini menjadi pemenang dalam Cannes Lions 2007.

Saya membayangkan karapan sapi, perayaan panen padi, atau upacara para petani, ditampilkan dengan indah dalam kampanye-kampanye sosial di Indonesia. Saya juga berkhayal, baju-baju adat dari seluruh penjuru negeri, ditampilkan semarak pada kampanye itu. Tak lupa, musik dan bebunyian yang merdu dan meriah dimainkan didalamnya, bersanding dengan senandung-senandung lokal dalam bahasa setempat.

Adakah? Saya masih menunggu, dan enggan membuka mata.

Detail:
Executive Creative Director: Raghu Bhat/Manish Bhatt
Creative Director: Raghu Bhat/Manish Bhatt
Copywriter: Manish Bhatt/Raghu Bhat/Gajraj Rao
Art Director: Manish Bhatt/Raghu Bhat/Gajraj Rao
Agency Producer: Subrat Ray
Production Company: Code Red Films, Mumbai India
Director: Gajraj Rao
Producer: Subrat Ray
D.O.P/Lighting Cameraman: Amitabha Singh
Music – Artist/Title: Rajat Dholakia
Other Credits: Lyrics: Gopal Datt

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.

Didukung oleh WordPress.com